Beranda Berita

Anggota DEN Musri: Pelatihan Bela Negara PUSHEP Penting Buat Generasi Muda Tumbuhkan Sense of Crisis Energi.

14

 

Anggota Dewan Energi Nasiona (DEN), Dr. Ir. Musri, M.T. mengatakan bahwa pelatihan bela negara yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) penting dilakukan untuk menumbuhkan sense of crisis energi kepada generasi muda. Menurutnya, saat ini generasi muda perlu banyak mendapatkan pengetahuan dan pemahaman terkait dengan perkembangan global khususnya yang menyangkut isu transisi energi.

Menurut Musri, kegiatan pelatihan ini sangat tepat untuk dilaksanakan saat ini. Perhatian dan partisipasi generasi muda dan masyarakat perlu ditumbuhkan terhadap pemahaman terkait dengan arah transisi energi ke depannya. Musri mengatakan bahwa saat ini kita dalam penyiapan masa transisi energi, dari energi fosil beralih ke energi baru dan terbarukan. Lebih lanjut dijelaskan Musri bahwa selain ada kebijakan untuk transisi energi, juga terdapat kebijakan mengenai konservasi energi. Kebijakan tersebut merupakan upaya untuk menunjang percepatan realisasi target bauran energi.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman generasi muda, kelompok masyarakat, dan masyarakat pada umumnya untuk mengajak terlibat dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional. Pelatihan ini juga diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam melakukan pengawasan dan memberikan masukan terkait pengelolaan energi nasional.

Lebih lanjut Musri menyampaikan materinya. Menurutnya, desain besar visi kebijakan energi saat ini adalah mendorong terwujudnya bauran energi nasional berdasarkan prinsip keadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan guna terciptanya ketahanan, kemandirian dan kedaulatan energi yang berpedoman pada haluan ideologi Pancasila. Dalam upaya implementasi visi tersebut, DEN dihadapkan pada tantangan: produksi minyak mentah yang turun, impor crude & BBM jenis gasoline meningkat, pemanfaatan EBT masih rendah, LPG masih impor, Ekspor batu bara tertekan, dan Infrastruktur gas serta listrik belum terintegrasi.

Musri mengatakan, upaya yang dapat dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan mempercepat pemanfaatan pembangkit EBT sebesar 38 GW tahun 2035 (PLTS dan EBT lainnya). Berikutnya, yaitu meningkatkan produksi minyak mentah (crude) 1 juta bopd dan akuisisi lapangan minyak luar negeri untuk kebutuhan kilang. Hal lainnya dengan meningkatkan kapasitas kilang eksisting dan membangun kilang baru serta menyediakan energi berbasis gas untuk kawasan industri dan transportasi (seperti BBG).

Lebih lanjut menurut Musri bahwa upaya lainnya yang bisa dilakukan adalah meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, mengoptimalkan produksi BBN (biodiesel atau biohidrokarbon), Meningkatkan pembangunan jaringan untuk kawasan industri dan transportas, meningkatkan produksi LPG domestik, mendorong pemanfaatan kompor listrik

Menurut Musri, bahwa adapun strategi selanjutnya yang dapat difungsikan ialah, mengembangkan produksi DME, membangun transmisi gas, LNG receiving terminal, dan Infrastruktur cadangan penyangga energi (CPE) serta mengembangkan produksi methanol, pupuk & syngas, sertasinergi tambang batubara dengan smelteMembangun transmisi & distribusi listrik, smart grid, off grid dan PLTN sesuai kebutuhan serta pembentukan Nuclear Energy Programme Implementing Organitation (NEPIO). Adapun terkait dengan konservasi energi, dorongan yang dapat melakukan efisiensi, konservasi energi serta inovasi dibidang energi seperti Hidrogen, NH3, dan CCUS.

Di sela pemaparannya, Musri mengatakan bahwa bahwa DEN merupakan lembaga yang dibuat dan diketuai langsung oleh Presiden berdasarkan amanat Undang-Undang No. 30 Tahun 2007 tentang Energi. DEN sebagai lembaga yang dibentuk oleh undang-undang berperan untuk mengoptimalkan EBT dalam rangka mendukung program pembangunan nasional. DEN memiliki 4 tugas, pertama merancang dan merumuskan kebijakan energi nasional; kedua menetapkan RUEN; ketiga, menetapkan langkah penanggulangan krisis dan darurat energi nasional; keempat, mengawasi pelaksanaan kebijakan bidang energi yang bersifat lintas sektoral.

Dalam kegiatan tersebut PUSHEP menghadirkan pembicara dari Dewan Energi Nasional dan diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai mahasiswa, organisasi mahasiswa, kelompok masyarakat dan profesional lainnya. Hadir sebagai pembicara dalam pelatihan tersebut adalah Dr. Ir. Musri, M.T. dan Ir. H. Daryatmo Mardiyanto, yang merupakan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN). Adapun pembicara berikutnya adalah Ilham Putuhena S.H., M.H., yang merupakan peneliti senior PUSHEP.