Beranda Berita

Anggota DEN Satya Widya Yudha Ajak Kelola Energi Berkelanjutan dalam Webinar Seri 3 dalam rangka Anugerah DEN 2022

158

Jakarta, 20/10/2020. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menjadi pembicara pada webinar nasional sesi III dalam rangka Anugerah DEN 2022 dengan tema Pembaruan Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) serta tantangan menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.

Webinar yang diselenggarakan DEN bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) juga dihadiri oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dan Kepala Pusat Studi Kebijakan Keenergian ITB Retno Gumilang Dewi sebagai pembicara.

Anggota DEN Satya Widya Yudha menyampaikan faktor eksternal yang memberikan perlambatan transisi energi antara lain adanya krisis di Inggris dengan produksi listrik pembangkit energi terbarukan turun karena beralih ke gas yang biayanya meningkat tajam dan di Cina dengan sumber energi terbarukan belum mencukupi kebutuhan listrik sementara batubara telah dibatasi.

“DEN dalam beberapa kali sidang menyepakati dengan tidak melakukan phasing out fossil di awal, namun berkomitmen mengurangi emisi karbon pada energi fossil dengan teknologi baru Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) serta menjadikan gas sebagai buffer daripada batubara,” tambahnya.

Untuk itu, Satya mengajak peserta webinar untuk menjaga pengelolaam energi yang sustainable atau keberlanjutan, “Tugas kita semua supaya energi dapat sustain, menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga iklim investasi, mempertahankan UMKM, dan mengembangkan budaya pelayanan dan jasa,” pungkasnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan penggunaan EBT akan meningkatkan citra dan meningkatkan daya saing pariwisata Bali, untuk itu ia mendorong pemanfaatan EBT dalam sektor pariwisata Bali khususnya PLTS Atap pada perkantoran, hotel, dan restoran.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Kebijakan Keenergian ITB Retno Gumilang Dewi menjelaskan tantangan pengembangan sektor energi di Indonesia antara lain seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi meningkatkan permintaan energi dan tren perubahan teknologi energi dari bahan bakar menjadi listrik.