Beranda Berita

Dian Swastatika (DSSA) Ambil Alih Dampier Coal, Sahamnya bakal Naik?

105

JAKARTA, investor.id – Emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) baru saja merampungkan akuisisi 100% saham perusahaan tambang batu bara asal Australia, yakni Dampier Coal (Queensland) Pty Ltd.

Keputusan DSSA mengakuisisi perusahaan tersebut dinilai sebagai langkah tepat oleh Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar. Menurutnya, pengambilalihan saham Dampier Coal merupakan langkah strategis yang cukup positif karena menunjukkan perusahaan Indonesia bisa menjadi pemain usaha energi kelas dunia.

“Aksi korporasi ini akan memberikan dampak positif, mengingat dalam beberapa tahun ke depan komoditas batu bara tetap akan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Potensi keuntungan dan nilai tambah akan tetap besar karena Australia dikenal sebagai negara produsen besar batu bara berkualitas tinggi,” jelas Bisman kepada Investor Daily.

Dia menegaskan, akuisisi tambang batu bara Australia tidak akan menjadi masalah bagi DSSA, meski Indonesia juga dikenal sebagai penghasil batu bara terbesar di dunia. Sebab batu bara merupakan komoditas energi primer global yang dibutuhkan dunia. Menurut analisis Bisman, tren kebutuhan batu bara skala global terus naik, diikuti kecenderungan harga yang masih meningkat.

“Keuntungan jelas akan memberikan pendapatan yang tinggi, baik untuk pasar Australia maupun ekspor. Hal ini karena Australia termasuk negara yang belum mengambil kebijakan untuk stop PLTU-nya,” sambung dia.

Adapun risiko kerugian dari aksi korporasi ini dinilai relatif kecil. Kecuali, ada perubahan kebijakan di Australia atau adanya penurunan harga secara drastis di pasar internasional.

Sebagai informasi, pengambilalihan saham Dampier Coal dilakukan anak usaha DSSA, yakni Stanmore Resources Limited melalui Standmore SMC Pty Ltd, pada 3 Mei 2022.

Sementara itu, mengenai pergerakan saham DSSA, Senior Analyst MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan bahwa secara teknikal, moving average convergence divergence (MACD) saham DSSA berpeluang bergerak ke area positif.

“Secara indikator, stochastic sebenarnya masih belum menunjukkan tanda-tanda penguatan, karena masih berada di area oversold dan sideways. MACD meskipun masih berada di area negatif nampaknya sinyal sudah mulai menyempit dan berpeluang menguat ke area positif,” kata dia.

Saat ini, menurut dia, pergerakan DSSA sedang dalam fase kecenderungan menurun (downtrend) dengan volume yang cenderung kecil. Pelaku pasar bisa bertahan untuk tidak menjual saham DSSA dengan memperhatikan level support Rp 27.800 dan resistance Rp 34.000. (C02)