Beranda Publikasi Kegiatan

Peneliti BRIN Ajak PUSHEP Kerja Sama Riset Hukum Sumber Daya Alam

8

Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) menerima kadatangan dan kunjungan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dewi Analis Indriyani. Kedatangannya disambut hangat oleh Manager Program PUSHEP, Akmaluddin Rachim dan Devisi Peningkatan Kapasitas Stakeholder, Mariah Ulfa. Adapun maksud kedatangannya untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi di sektor sumber daya alam, khususnya dalam wilayah energi dan pertambangan. Dewi Analis, menyampaikan bahwa di struktrur organisasi BRIN, Dewi Analis tergabung dalam Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora Pusat Riset Hukum. Dewi Analis menyampaikan bahwa ia dan tim risetnya sedang menyusun riset yang berkaitan berbagai hak yang diatur dalam konstitusi Indonesia, dalam hal ini Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

Salah satu hak yang menjadi fokus dalam kajiannya yang terkait Sumber Daya Alam (Natural Resources), dalam hal ini adalah hak-hak yang berkaitan dengan kegiatan usaha di sektor energi dan pertambangan. Kehadirannya di PUSHEP menjadi salah satu dari upaya pengumpulan informasi atau data awal kelengkapan riset yang disusun bersama oleh tim Pusat Riset Hukum BRIN yang bekerja sama dengan kandidat Ph.D dari Amerika Serikat. Dewi Analis berharap bahwa PUSHEP dapat membantu risetnya dengan memberikan beberapa data atau informasi hukum yang dibutuhkan sehingga risetnya berjalan lancar. Hasil risetnya nanti diharapakan dapat mendukung dan memperbaiki tata Kelola sumber daya alam, khususnya di sektor energi dan pertambangan.

Lebih jauh, Dewi Analis menyampaikan secara umum profil singkat dari BRIN.  Bahwa BRIN merupakan lembaga yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2019 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional. Berdasarkan Perpres tersebut, BRIN memiliki tugas yaitu: menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi. BRIN awalnya merupakan satu kesatuan dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Namun dalam perjalanannya, Pada 5 Mei 2021, Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2021, yang secara efektif menetapkan BRIN sebagai satu-satunya badan penelitian nasional.

Peraturan tersebut memutuskan bahwa semua badan penelitian nasional Indonesia seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bergabung menjadi BRIN. Posisi BRIN bukan lagi sebagai regulator, karena fungsi regulasi tetap berada di kementerian, BRIN menjadi satu badan tersendiri dengan ada peleburan BATAN, BPPT, LAPAN dan LIPI serta lembaga riset di Kementerian dan Lembaga. Sebelum tergabung dalam BRIN, Dewi Analis menyampaikan bahwa ia mulanya peneliti pada Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

Dewi Analis menjelaskan lebih lanjut, bahwa ke depan ia akan sering bertandang ke PUSHEP melakukan riset perihal hukum energi dan pertambangan. Ia menceritakan bahwa sejak diberi tugas untuk melakukan penelitian seputar hukum energi dan pertambangan, dibenaknya langsung mengingat PUSHEP. Lebih jauh ia menceritakan bahwa beberapa kali kegiatan PUSHEP ia sering mengikutinya. Maka tidak heran jika ketika mendapatkan tugas dari kantor untuk riset sektor energi dan pertambangan, PUSHEP pertama kali yang akan dikunjunginya.

Dalam pertemuan tersebut, Akmaluddin menyampaikan terima kasih telah berkunjung ke PUSHEP. Akmaluddin juga menjelaskan bahwa PUSHEP terbuka dengan siapa pun yang akan melakukan riset di PUSHEP. Ia menceritakan bahwa selama ini, banyak mahasiswa dari berbagai strata, mulai dari tingkat sarjana, program magister, dan hingga program doktoral meminta data untuk melengkapi kebutuhan penelitiannya. Selain itu, Akmaluddin juga menyampaikan bahwa tidak hanya orang yang melakukan penelitian saja yang menghubungi PUSHEP, tetapi adek-adek mahasiswa yang akan mengikuti kompetisi ilmiah seperti debat atau lomba karya tulis juga sering kali menghubungi kami.

Jadi pada prinsipnya PUSHEP sangat terbuka dan senang membantu siapa saja yang membutuhkan data atau informasi di seputar hukum energi dan pertambangan. Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan oleh Dewi Analis bahwa tidak menutup kemungkinan BRIN bersama PUSHEP dapat melakukan kerja sama penelitian, khususnya penelitian terkait dengan hukum energi dan pertambangan. Mendengar hal tersebut, Akmaluddin menyampaikan dengan senang hati kita terbuka dengan siapa pun untuk bekerja sama, apalagi kalau tawaran kerja sama tersebut datang dari lembaga seperti BRIN.