Beranda Publikasi Kegiatan

PUSHEP Beri Pelatihan Dasar Hukum Energi dan Pertambangan Kepada Mahasiswa

1039

Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) memberikan pelatihan dasar hukum energi dan pertambangan kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, PUSHEP memandang bahwa sudah saatnya mahasiswa terlibat mengambil peran dalam menjaga kedaulatan pertambangan dan ketahanan energi nasional kita. Atas dasar tersebut, PUSHEP memberikan pelatihan dasar hukum energi dan pertambangan kepada mahasiswa. Direktur Eksekutif PUSHEP, Bisman Bhaktiar, mengatakan bahwa sudah waktunya mahasiswa terlibat langsung dalam menjaga kedaulatan pertambangan dan ketahanan energi nasional.

“Para mahasiswa sudah sepantasnya turut ambil peran dalam menjaga ketahanan energi nasional dan kadaulatan pertambangan kita. Aksi heroik mahasiswa pada bulan September 2019 yang lalu menjadi bukti bahwa mahasiswa bahu-membahu menjaga agar pengaturan tata kelola pertambangan, misalnya, tidak mengkhianati perintah Pasal 33 UUD 1945”, kata Bisman Bhaktiar, Jumat, 07/08/2020.

Lebih lanjut, Bisman Bhaktiar, mengutarakan agar para mahasiswa harus senantiasa mendapatkan perhatian khusus agar daya juang dan nalar kritis tetap seideal mungkin dan tidak terpengaruh oleh pemikiran jangka pendek dan pragmatis. Mahasiswa sebagai agent of change berperan agar selalu menginspirasi dan menjadi penggerak masyarakat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dengan menggunakan gagasan serta pengetahuan yang dimiliki.

Mahasiswa juga berperan sebagai moral force. Peran mahasiswa sebagai moral force dalam masyarakat berasal dari tingkat intelektual yang dimiliki sehingga modal tersebut akan disejajarkan dengan tingkat moralitasnya. Oleh karenanya mahasiswa dianggap memiliki tingkat pendidikan yang tertinggi dan memiliki moral yang baik pula.

Selain itu, mahasiswa juga berperan sebagai social control. Peran social control yang dimiliki oleh mahasiswa diharapkan mampu menjadi pengontrol kehidupan sosial pada masyarakat dan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dengan cara memberikan kritik, saran serta solusi melalui mimbar akademik atau advokasi langsung terhadap permahsalahan sosial masyarakat dan permasalahan bangsa.

“Besarnya peran dan fungsi mahasiswa itu sebagai agen perubahan harus mendapatkan ‘asupan gizi’ supaya kamampuan intelektual dan sikap kritis yang tinggi tidak melempeng”, ucap Bisman Bhaktiar.

Menyikapi hal tersebut, Bisman Bhaktiar, mendorong kelompok masyarakat dan pusat studi memberikan pelatihan dan pendidikan agar mahasiswa senantiasa meningkatkan kemampuannya dan berpikir solutif seputar permasalahan bangsa. Oleh karena itu, Bisman Bhaktiar melalui PUSHEP akan memberikan dukungan kepada mahasiswa berupa Pelatihan Dasar Hukum Energi dan Pertambangan.

PUSHEP pada kesempatan akan datang akan melaksanakan Pelatihan Dasar Hukum Energi dan Pertambangan dengan tema “Peran Mahasiswa untuk Kedaulatan Pertambangan dan Ketahanan Energi Nasional”. “Pelatihan tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan PUSHEP kepada mahasiwa sebagai generasi penerus bangsa agar selalu mengawal perkembangan bangsanya, khususnya agar kekayaan sumber daya alam Indonesia dikelola berdasarkan hukum dan keadilan sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat”, tegas Bisman.

Pelatihan Dasar Hukum Energi dan Pertambangan merupakan rangkain terakhir dari kegiatan PUSHEP yang melibatkan mahasiswa. Sebelumnya, PUSHEP melangsungkan kegiatan Kompetisi Esai Hukum Energi dan Pertambangan 2020 yang diikuti oleh 313 peserta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan juga dari perguruan tinggi di luar negeri.  Acara selanjutnya, PUSHEP melangsungkan Adu Gagasan Hukum Energi & Pertambangan dengan tema “Gagasan Mahasiswa Untuk Energi dan Pertambangan yang Merah Putih”. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari kompetisi esai, yang diikuti oleh 20 peserta terbaik/terpilih.

“Sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi esai dan adu gagasan, maka PUSHEP melangsungkan kegiatan pelatihan dasar tersebut. Harapannya pelatihan tersebut memberikan wawasan seputar tata kelola sumber daya alam dan meningkatkan kecintaan mahasiswa kepada bangsanya”, tutur Bisman Bhaktiar.

Adapun tujuan pelatihan tersebut ialah mengenalkan dan memasyarakatkan diskursus mengenai hukum energi dan pertambangan kepada kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa hukum, mahasiswa pertambangan dan mahasiswa pada umumnya. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mendorong pengembangan pemikiran dan kegiatan-kegiatan ilmiah, literasi dan advokasi hukum energi dan pertambangan agar timbul tanggungjawab dan partisipasi mahasiswa untuk memberikan kontribusi pemikiran dan pengawasan terhadap kebijakan dan kegiatan usaha energi dan pertambangan

“PUSHEP berkomitmen terhadap diskursus kedaulatan pertambangan dan ketahanan energi untuk mendukung ketahanan energi nasional. Atas dasar pemikiran tersebut, untuk memberikan dukungan kepada kelompok pemuda dan mahasiswa, PUSHEP akan menyelenggarakan pelatihan dasar hukum energi dan pertambangan yang melibatkan generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa sebagai bekal dalam mempersiapkan generasi muda yang sadar akan pentingnya energi yang berkelanjutan”, tegas Bisman Bhaktiar.

Pelaksanaan pelatihan berjalan lancar, menarik perhatian dan banyak peserta bahkan penasaran ingin mengetahui lebih lanjut mengenai hukum energi dan pertambangan. Pada pelatihan tersebut terdapat tiga materi yang masing-masing disampaikan oleh pemateri yang handal dan memiliki kompetensi di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Djoko Pudjihardjo, S.H., M.Hum. (Kepala Pusat Perencanaan Hukum Nasional, BPHN, Kementerian Hukum dan HAM RI). Bapak Djoko Pudjihardjo menyampaikan materi terkait dengan mekanisme “Pembentukan Peraturan Perundang-undangan untuk Mendukung Tata Kelola Energi dan Pertambangan yang Lebih Baik”. Materi tersebut menjadi materi dasar untuk memahami mekanisme pembentukan hukum energi dan pertambangan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Bapak Ir. Rachman Wiriosudarmo. (Tokoh Senior Pertambangan/Dirjen Minerba, Kementerian ESDM RI, Periode 1988-1991). Ir Rachman Wiriosudarmo menyampaikan terkait dengan “Pengembangan Pengelolaan Pertambangan Berbasis Konstitusi Menuju Industrialisasi Indonesia di Masa Depan”. Materi ini menjadi materi berikutnya yang menyita perhatian luar biasa oleh mahasiswa. Materi disampaikan dengan penuh semangat dan mendapatkan antusias dari peserta.

Materi ketiga atau materi terakhir dalam pelatihan tersebut disampaikan oleh Bisman Bhaktiar, S.H., M.H., M.M. (Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan). Adapun materi yang disampaikan oleh Bapak Bisman Bhaktiar adalah terkait dengan “Dasar-Dasar Hukum Energi dan Pertambangan”. Materi ini merupakan materi pamungkas yang juga sekaligus menjadi materi inti dalam pelatihan. Dalam sesi tersebut, peserta menunjukkan ketertarikannya terhadap materi. Terbukti mahasiswa sangat interaktif menanggapi materi yang disampaikan oleh narasumber.

Para peserta pelatihan menunjukkan atensi luar biasa mengikuti kegiatan tersebut. Selain karena bobot materi yang disajikan dan juga cara penyajian yang disampaikan narasumber, hal lain yang minat peserta ialah karena di akhir acara, panitia mengajak peserta membentuk forum khusus bagi peserta pelatihan untuk saling mengenal satu sama lain. Sesi tersebut juga menjadi ajang bagi peserta pelatihan untuk memperluas jaringan pertemanan antar kampus sehingga ke depannya diharapkan forum komunikasi terbangun. Diharapkan dari forum tersebut menjadi wadah para peserta untuk bertukar pikiran dan mendiskusikan isu seputar hukum energi dan pertambangan.