Beranda Berita

Transformasi Energi Fosil ke Energi Baru Terbarukan

162

Wawancara Khusus Pushep dengan Sholihatta Aziz K. S.T., M.Eng. (Staff Ahli Komisi VII DPR RI)

Menurut anda bagaimana komitmen Indonesia terhadap upaya menurunkan emisi ?

Hasil dari COP21 atau kita kenal dengan Paris Agreement menunjukan bahwa pemerintah Indonesia komitmen menurunkan emisi sebesar 29% target bauran energi nasional pada tahun 2025 sebesar 23%.

Sumber energi jenis apa yang sampai dengan lima tahun ke depan cenderung digunakan untuk pembangkit tenaga listrik ?

Pada tahun 2020 total bauran energi pembangkit tenaga listrik sebesar 271.802 Gwh yang terbagi dari Batubara 180.203 Gwh, Gas 45.670 Gwh, EBT 35.941 Gwh, BBM 9.988 Gwh. Kalau kita lihat kontribusi presentase yang paing besar adalah batubara. Bahwa hingga tahun 2025 pembangkit listrik masih di dominasi batubara hingga tahun 2024 masih naik untuk pemakaian batu bara.

Seberapa besar cadangan energi terbarukan yang dimiliki Indonesia ? 

Sebenarnya Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sangat besar Tenaga Air 94.3 GW, Panas Bumi 28.5 GW, Bioenergi (PLT Bio 32.6 GW, BBN 200 Ribu Bph), Surya 207.8 GW, Angin 60.6 GW, Energi Laut 17.9 GW. Kalau kita melihat dari data potensi energi baru terbarukan yang kita punya ini  sebenarnya Indonesia itu bisa memiliki Renewable Energi 100%.

Apa kelebihan energy baru dan terbarukan dibandingkan dengan energy berbahan baku fosil?

Selain EBT memiliki ramah lingkungan salah satunya memiliki beban yang sangat rendah. Menurut data dari global menunjukan bahwa dari tahun ketahun biaya pembangkit listrik tambah murah. Turunnya harga ini karena semakin berkembangnya energi manufaktur di bidang energi tenaga surya.

Seberapa besar peluang pemanfaatan sumber energy baru dan terbarukan di Indonesia?

Untuk energi listrik tidak bisa lepas dari Rasio elektrifikasi, untuk rasio elektrifikasi pertahun lalu dari PLN sendiri jumlahnya 95,7% dan daerah yang belum terlistriki adalah daerah yang sulit terjangkau. Sebenernya disini peluang energi baru terbarukan sebagai pembangkit tenaga listrik. Dan EBT untuk peningkatan rasio elektrifikasi

Extend Grid: untuk desa yang dekat jaringan distribusi eksisting

Pembangunan Grid Komunal: melalui pembangunan pembangkit dengan memanfaatkan potensi EBT setempat untuk daerah yang sulit dijangkau.

Pembangkit EBT + Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) + Alat Penyimpan Daya Listrik (APDAL): untuk melistriki desa belum berlistrik yang masyarakatnya bermukim tersebar (scattered) sehingga tidak dimungkinkannya dibangun jaringan listrik.

Menurut anda apa tantangan didalam upaya pemanfaatan energi baru dan terbarukan di Indonesia ?

Tantangan utama untuk pemanfaatan EBT di indonesia belum adanya dukungan :

Political Will, Dominasi Pasar, Investasi, Infrastruktur dan teknologi

Bagaimana strategi mencapai target bauran energy baru dan terbarukan sebesar 23 % di tahun 2025?

Biaya pembangkitan listrik menggunakan EBT di Indonesia semakin kompetitif dari tahun ketahun khususnya mngunakan energi surya. EBT dapat digunakan untuk mengakselerasi rasio elektrifikasi di Indonesia. Untuk mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan sebesar 23% di tahun 2025, transformasi energi fosil ke energi baru terbarukan segera dilakukan.