Beranda Publikasi Kegiatan

Mahasiswa Harus Ambil Peran dalam Kegiatan Energi dan Pertambangan

1998

Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) dalam Pelatihan Dasar Hukum Energi dan Pertambangan untuk mahasiswa menilai bahwa sudah saatnya mahasiswa mengambil peran untuk menjaga kedaulatan pertambangan dan ketahanan energi nasional. Direktur Eksekutif PUSHEP, Bisman Bhaktiar, mengutarakan agar para mahasiswa selalu mendapatkan perhatian khusus, salah satunya dengan membekali mahasiswa pelatihan dasar hukum energi dan pertambangan.

Menurutnya, potensi sumber daya alam Indonesia sektor energi dan pertambangan ini sangat melimpah. Mulai dari sektor minyak dan gas bumi, pertambangan mineral dan batubara, energi baru dan terbarukan serta kekayaan alam lainnya harus mendapat dukungan, termasuk dukungan itu dapat datang dari mahasiswa.

Materi ini merupakan materi pamungkas yang juga sekaligus menjadi materi inti dalam pelatihan. Dalam sesi tersebut, peserta menunjukkan ketertarikannya terhadap materi. Terbukti mahasiswa sangat interaktif menanggapi materi yang disampaikan oleh narasumber.

Dalam pelatihan tersebut, Bisman Bhaktiar memberikan materi terkait dengan dasar-dasar hukum energi dan pertambangan yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Para peserta pelatihan menunjukkan atensi luar biasa mengikuti kegiatan tersebut. Selain karena bobot materi yang disajikan, atensi tersebut datang karena cara penyajian yang disampaikan narasumber dinikmati oleh peserta pelatihan.

Dasar-dasar hukum energi dan pertambangan setidaknya mengulas terkait dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia, pengusaan sumber daya alam berdasarkan konstitusi, perbedaan serta ruang lingkup antara energi dan pertambangan, hingga masuk kepada materi dasar-dasar hukum dan tata kelola energi dan pertambangan.

Menurutnya nilai ekonomis dari kekayaan sumber daya alam dapat berlipat ganda jika energi dan pertambangan dikelola dengan baik dan benar. Namun pada kenyataannya kekayaan tersebut tidak terkelola sebagaimana mestinya sehingga masih terjadi kemiskinan dan kesenjangan yang luar biasa serta kerusakan lingkungan yang timbul dari aktivitas tersebut.

“Oleh sebab itu, pentingnya pelatihan dasar hukum energi dan pertambangan yang dikhususkan kepada mahasiswa ini agar ke depannya mahasiswa mengambil peran dalam menjaga kedaulatan pertambangan dan ketahanan energi nasional kita” ungkap Bisman Bhaktiar.

Selain materi Dasar-Dasar Hukum Energi dan Pertambangan, pelatihan tersebut juga membahas materi lain yang relevan dari kegiatan pelatihan ini. Dalam pelatihan tersebut, terdapat tiga materi yang masing-masing disampaikan oleh pemateri yang handal dan memiliki kompetensi di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Djoko Pudjihardjo, S.H., M.Hum. (Kepala Pusat Perencanaan Hukum Nasional, BPHN, Kementerian Hukum dan HAM RI). Bapak Djoko Pudjihardjo menyampaikan materi terkait dengan mekanisme “Pembentukan Peraturan Perundang-undangan untuk Mendukung Tata Kelola Energi dan Pertambangan yang Lebih Baik”. Materi tersebut menjadi materi dasar untuk memahami mekanisme pembentukan hukum energi dan pertambangan.

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Ir. Rachman Wiriosudarmo. Ir. Rachman Wiriosudarmo merupakan tokoh senior pertambangan dan juga merupakan Dirjen Minerba, Kementerian ESDM RI, Periode 1988-1991). Pada kesempatan tersebut, Rachman Wiriosudarmo menyampaikan materi terkait dengan “Pengembangan Pengelolaan Pertambangan Berbasis Konstitusi Menuju Industrialisasi Indonesia di Masa Depan”.

Pelatihan Dasar Hukum Energi dan Pertambangan ini merupakan rangkain terakhir dari kegiatan PUSHEP yang melibatkan mahasiswa. Sebelumnya, PUSHEP telah melangsungkan kegiatan Kompetisi Esai Hukum Energi dan Pertambangan 2020 yang diikuti oleh 313 peserta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan juga dari perguruan tinggi di luar negeri.  Acara selanjutnya, PUSHEP melangsungkan Adu Gagasan Hukum Energi & Pertambangan dengan tema “Gagasan Mahasiswa Untuk Energi dan Pertambangan yang Merah Putih”. Kegiatan tersebut juga merupakan kelanjutan dari kompetisi esai, yang diikuti oleh 20 peserta terbaik/terpilih.

Adapun tujuan pelatihan tersebut ialah mengenalkan dan memasyarakatkan diskursus mengenai hukum energi dan pertambangan kepada kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa hukum, mahasiswa pertambangan dan mahasiswa pada umumnya. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mendorong pengembangan pemikiran dan kegiatan-kegiatan ilmiah, literasi dan advokasi hukum energi dan pertambangan agar timbul tanggungjawab dan partisipasi mahasiswa untuk memberikan kontribusi pemikiran dan pengawasan terhadap kebijakan dan kegiatan usaha energi dan pertambangan.