Beranda Berita

Pemerintah Dan Pertamina Harus Segera Atasi Kelangkaan LPG 3Kg Di Singkawang

214

Pemerintah dan Pertamina diminta bekerja cepat untuk mengatasi kelakaan gas LPG 3 kilogram, di Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar). Sebab, kelangkaan itu membuat masyarakat menderita, mengingat LPG sumber energi yang saat ini merupakan kebutuhan primer masyarakat.

Demikian disampaikan pengamat energi, Bisman Bakhtiar, saat dihubungi Kantor Berita RMOLKalbar, Jumat (15/9).

“Pemerintah dan Pertamina harus cepat tanggap untuk mengatasi kelangkaan LPG 3Kg. Ketiadaan LPG akan menyusahkan masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) itu.

Menurutnya, ada dua kemungkinan penyebab LPG langka. Pertama penyebab non teknis, dan yang kedua penyebab teknis.

Untuk penyebab teknis, bisa jadi ada keterlambatan pasokan ke Depo LPG karena masalah transportasi atau masalah lain.

“Nah, penyebab non teknis ini yang perlu diwaspadai, tentang kemungkinan adanya penimbunan ditingkat agen atau pengecer. Atau ulah oknum spekulan tertentu yang ingin ambil keuntungan,” kata dia.

“Apalagi di daerah Singkawang yang merupakan daerah perbatasan dengan negara tetangga, hal ini sangat berbahaya.”

Sebab, di beberapa daerah perbatasan, masyarakat mendapatkan LPG dari negara tetangga, Malaysia. Jika hal ini terus berlangsung, akan berbahaya dan berpotensi mengganggu kedaulatan nasional.

“Rakyat di perbatsan jika kebutuhan dasarnya dipenuhi negara tetangga, akan berdampak luas dikemudian hari,” kata dia.

“Atas hal ini, maka harus menjadi perhaatian pemerintah. Kelangkaan LPG tidak hanya masalah kedaulatan energi, tapi juga merupakan masalah kedaulatan nasional,” kata dia.

Sekedar informasi, sudah dua pekan terakhir warga Kota Singkawang kesulitan mencari gas LPG 3 kilogram, yang memang diperuntukkan untuk rakyat miskin tersebut.

Mereka bahkan harus ke pangkalan untuk mendapatkan gas LPG 3kg. Sebab di eceran sudah mulai langka.