Beranda Berita

Pemerintah Mesti Lakukan Kajian Sebelum Putuskan Subsidi Tetap BBM

942
BBM

Ipotnews – Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) mengingatkan pemerintah untuk melakukan kajian mendalam terkait rencana pemberian subsidi tetap bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, BBM yang disubsidi diatur dalam UU.

Direktur Eksekutif Pushep, Bisman Bhaktiar, mengatakan jika pemerintah menetapkan subsidi tetap, harga jual BBM akan naik dan turun mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Dengan demikian, fluktuasi harga minyak dunia akan langsung ditanggung masyarakat.

“Pemerintah harus benar-benar mengkaji tentang peran subsidi dan konstitusionalitas penetapan subsidi tetap pada harga BBM, mengingat Mahkamah Konstitusi telah menyatakan bahwa penetapan harga BBM yang mengikuti harga pasar adalah inkonstitusional,” ujar Bisman, di Jakarta, Senin (29/12).

Sebelumnya pemerintah telah menaikkan harga BBM untuk mengurangi subsidi yang dalam APBN 2014 mencapai Rp246,5 triliun. Pemerintah juga berencana tahun depan akan memberikan subsidi tetap untuk setiap liter BBM.

Tarif Listrik

Sementara itu, peneliti Pushep, Ilham Putuhena, menambahkan kenaikan tarif listrik perlu menjadi perhatian pemerintah. Karena mulai Juli 2014, tarif tenaga listrik secara berkala setiap dua bulan sekali. Bahkan pada 1 Januari 2015, masyarakat mendapatkan hadiah Tahun Baru berupa kenaikan tarif listrik.

“Kenaikan tarif listrik yang dibebankan kepada masyarakat seharusnya bisa dihindari jika inefisiensi di sektor hulu listrik dapat diatasi. Karena itu, pemerintah harus fokus memperbaiki tata kelola di sektor pembangkit listrik,” kata Ilham.

Ilham menegaskan, perlu ada kebijakan revolusioner untuk mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan, misalnya mewajibkan gedung-gedung pemerintah menggunakan listrik yang bersumber dari matahari. “Jika ini bisa diwujudkan pasti akan bisa mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan,” tutur Ilham. (Rifai/ef)