Beranda Publikasi Kegiatan

DEN Kaji Pengaruh Krisis Energi Global pada Ketahanan Energi Nasional

14

 

Dewan Energi Nasional (DEN) melakukan kajian terhadap krisis energi global pada ketahanan energi nasional. DEN mengkaji hal tersebut dengan melangsungkan Webinar Nasional Seri II dengan tema “Dinamika Ketahanan Energi Nasional di Tengah Krisis Energi Global”. Acara tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Anugerah DEN 2022 yang diselanggarakan atas kerja sama antara DEN dengan Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP). Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah stakeholder yang berkepentingan untuk mendukung tata kelola energi agar terwujud ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional.

Adapun pembicara yang hadir dalam webinar tersebut, antara lain Eri Purnomohadi dari Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional; Ridwan Kamil, Gubernur Provinsi Jawa Barat; Yapit Sapta Putra dari Komite BPH Migas dan Nicke Widyawati dari PT. Pertamina Persero. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan memberikan informasi mengenai kebijakan dan strategi Pemerintah Pusat dalam menuju ketahanan energi di Indonesia. Lebih jauh kegiatan ini dimaksudkan untuk berbagi pengetahuan mengenai upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam rangka menjamin ketahanan energi di wilayahnya.

Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk memberikan informasi mengenai upaya lembaga pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, serta perusahaan penyelenggara usaha di bidang energi dalam upaya menjamin ketahanan energi nasional dan menjalin kerja sama dengan stakeholder di bidang energi dalam upaya menjamin ketahanan energi dan mengantisipasi krisis energi.

Perlu diingat bahwa DEN bertugas untuk, antara lain: merancang dan merumuskan kebijakan energi nasional (KEN) untuk ditetapkan oleh pemerintah dengan persetujuan DPR; menetapkan rencana umum energi nasional (RUEN); menetapkan langkah-langkah penanggulangan kondisi Krisis dan Darurat Energi (KRISDAREN); dan mengawasi pelaksanaan kebijakan bidang energi yang bersifat lintas sektor.

Oleh sebab itu, upaya DEN untuk menjamin ketersediaan sistem ketahanan energi nasional patut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ketahanan energi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional adalah suatu kondisi terjaminnya ketersediaan energi dan akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan hidup.

Penilaian ketahanan energi Indonesia dapat ditinjau dari 4 (empat) aspek. Aspek pertama ialah terkait harga yang terjangkau (affordability). Keterjangkauan ini terkait dengan biaya investasi energi, mulai dari biaya ekplorasi, produksi dan distribusi hingga keterjangkauan konsumen terhadap harga energi.

Aspek kedua ialah terkait ketersediaan energi (availability). Ketersediaan sumber energi dan energi, baik dari domestik maupun luar negeri. Aspek ketiga terkait dengan kemampuan akses (accessibility). Kemampuan kemampuan di sini dimaksudkan untuk mengakses sumber energi, infrastruktur jaringan energi, termasuk tantangan geografik dan geopolitik. Aspek keempat yaitu ramah lingkungan (acceptability). Penggunaan energi harus dilakukan dengan taat pada aspek dan peduli prinsip lingkungan yang bersih, termasuk penerimaan dari masyarakat.

Pembangunan berkelanjutan membutuhkan kebijakan dan strategi pengelolaan energi agar dapat memberikan manfaat bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Indonesia pada dasarnya merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah dengan yang datang dari migas, mineral dan batu bara serta aneka jenis energi baru dan terbaruakan lainnya.

Hal tersebut merupakan beberapa contoh dari kekayaan sumber energi yang kita miliki. Oleh sebab itu, guna mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan mendukung tugas DEN untuk merealisasikan ketahanan, kemandirian dan kedaulatan energi, maka kajian terhadap hal tersebut patut untuk didukung dan diberikan perhatian serius.